Formasi Sepak Bola Lengkap

Di era abad pertengahan, mulai mengenal formasi untuk menentukan bek, gelandang, dan penyerang lalu mulai tahun 1860an tugas masing pemain mulai dikembangkan. Menguras fisik Formasi ini membutuhkan pemain dengan kemampuan fisik yang baik. Full back yang menjadi satu-satunya pemain sayap dalam formasi ini tentu harus menguras energinya dengan melakukan pergerakan naik turun sepanjang permainan. Keharusannya untuk turun membantu pertahanan dan naik membantu serangan juga akan membutuhkan fisik yang kuat.

Akan tetapi strategi yang diterapkan oleh sang pelatih sepak bola juga sangat berpengaruh terhadap permainan dari tim. Apabila sang pelatih sangat jeli dan teliti dalam membaca situasi dan dapat menerapkan strategi yang tepat maka tim tersebut juga akan mendapatkan hasil yang maksimal. Sejarah mengatakan skema permainan dalam sepakbola mulai diperkenalkan di abad pertengahan.

Tidak hanya dalam fase bertahan, dalam fase menyerang gelandang juga harus melakukan rotasi dan fleksibilitas yang baik. Dalam Urusan Menjelejah, Umumnya dalam Permainan Normal Center Back Biasanya memainkan Bola sebagai dasar penguasaan Bola dan sebagai penyeimbang lini tengah. jika lini tengah di kuasai dengan baik oleh Gelandang (MidFielder), maka Center Back Akan Maju Hingga Setengah Lapangan Membantu Serangan, namun konteks dalam menbantu serangan hanya sebagai pengurung Pemain lawan di daerahnya. Selain gelandang bertahan, tiga pemain yang akan selalu di belakang juga sangat membantu pekerjaan wingback.

4-3-3 merupakan formasi yang terdiri dari 4 bek, 3 pemain tengah, dan 3 penyerang. Dengan 3 pemain tengah dan 3 penyerang memungkinkan penguasaan bola yang baik di daerah lawan. Permainan seperti ini dapat ditunjukan oleh tim papan atas liga Spanyol yaitu Barcelona dan Real Madrid.

Dalam formasi tersebut, tidak hanya sayap saja yang bisa melakukan akselerasi ke pertahanan lawan akan tetapi pemain yang berposisi sayap juga bisa maju untuk melakukan overlaping membantu penyerangan. Pertahanan dari formasi ini termasuk sangat sulit ditembus karena adanya bek 4 orang dan pemain tengah 2 orang yang bertahan dengan sangat baik. Adanya 3 orang sebagai pemain tengah penyerang dan penyerang utama 1 orang juga membuat serangan makin kuat sehingga tim lawan kemungkinan bakal kewalahan. Sementara itu untuk pemain bertahan sebalah kiri atau kanan bertugas sebagai bek sayap untuk membantu penyerangan.

Kedua bek sayap selalu bisa lebih leluasa melakukan overlap ketika menyerang. Keleluasaan yang sama tidak dimiliki fullback dalam skema empat bek, karena masih ada spot di belakang yang menjadi tanggung jawabnya. Tentu saja jika bola terlepas wingback tetap harus turun bertahan, tapi tidak harus secepat peran fullback untuk kembali ke posisi. Jadi, formasi bisa digunakan untuk mempertahankan keungggulan karena banyaknya pemain belakang, sehingga bisa menutup ruang lawan untuk mencetak gol. Tak hanya itu, dua bek sayap tersebut juga sesekali bisa melakukan overlaping untuk membantu penyerangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *